Kamis, 29 November 2012


GERANIOL

Geraniol adalah monoterpenoid dan alkohol. Geraniol, 3,7-dimethyl-2,6-octadien-l-ol atau sering disebut juga sebagai rhodinol adalah salah satu senyawa monoterpenoid dan alkohol dengan formula C10H18O. Merupakan komponen utama dari minyak rose. Geraniol dijumpai juga pada tanaman geranium dan jeruk. Senyawa ini tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam bahan pelarut organik yang umum. Baunya menyengat dan sering digunakan sebagai parfum.
Dr. Jerry Butler dari University of Florida membuktikan, geraniol merupakan salah satu kimia bahan alam yang efektif untuk mengusir nyamuk, lalat, dan semut. Lebah memanfaatkan geraniol untuk menandai bunga yang menghasilkan madu dan menandai pintu masuk ke sarangnya. Pada tahun 1994 lima perusahaan rokok terbesar mendaftarkan geraniol sebagai salah satu dari 599 zat aditif yang ada di dalam rokok untuk meningkatkan aroma.
Konfigurasi cis- untuk nerol dan trans- untuk geraniol menyebabkan siklisasi geraniol lebih sukar bersiklisas.
Geraniol  Ini adalah bagian utama dari minyak mawar, Palmarosa minyak, dan minyak serai wangi (Java tipe). Geraniol ini tampaknya seperti minyak pucat-kuning yang tidak  larut dalam air. Senyawa ini umumnya digunakan dalam parfum . Hal ini digunakan dalam rasa seperti peach, raspberry, jeruk, apel merah, plum, jeruk nipis, jeruk, lemon, semangka, nanas, dan blueberry. 


Berdasarkan wacana diatas saya ingin bertanya, mengapa geraniol sukar bersiklisasi ??

2 komentar:

  1. Dari situs yang saya dapat : Karena, pada reaksi siklisasi geraniol jarang terjadi rantai terbuka. Penyebab jarang terbentuknya senyawa rantai terbuka pada reaksi siklisasi geraniol yaitu Menurut J.B Harbone (1987), monoterpenoid dapat dipilah menjadi tiga golongan, bergantung pada apakah struktur kimianya asiklik (misalnya geraniol), monosiklik (misalnya limonena), atau bisiklik (misalnya α - pinena). prinsip dasar penyusunannya tetap sebagai penggabungan kepala dan ekor dari 2 unit isopren. struktur monoterpenoid dapat berupa rantai terbuka dan tertutup atau siklik. Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol dan linalol dari yang satu menjadi yang lain berlangsung sebagai akibat reaksi isomerisasi. Ketiga alkohol ini, yang berasal dari hidrolisa geranil pirofosfat (GPP) dapat menjadi reaksi-reaksi sekunder, misalnya dehidrasi menghasilkan mirsen, oksidasi menjadi sitral dan oksidasi-reduksi menghasilkan sitronelal. Perubahan GPP in vivo menjadi senyawa-senyawa monoterpen siklik dari segi biogenetik disebabkan oleh reaksi siklisasi yang diikuti oleh reaksi-reaksi sekunder.

    BalasHapus
  2. Geraniol sulit untuk bersiklisasi karena geraniol lebih stabil jika struktur kimianya asiklik. Monoterpenoid dapat dipilah menjadi tiga golongan, berdasarkan struktur kimianya asiklik (misalnya geraniol), monosiklik (misalnya limonena), atau bisiklik (misalnya α - pinena). prinsip dasar penyusunannya tetap sebagai penggabungan kepala dan ekor dari 2 unit isopren. struktur monoterpenoid dapat berupa rantai terbuka dan tertutup atau siklik. Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol dan linalol dari yang satu menjadi yang lain berlangsung sebagai akibat reaksi isomerisasi. Ketiga alkohol ini, yang berasal dari hidrolisa geranil pirofosfat (GPP) dapat menjadi reaksi-reaksi sekunder, misalnya dehidrasi menghasilkan mirsen, oksidasi menjadi sitral dan oksidasi-reduksi menghasilkan sitronelal. Perubahan GPP in vivo menjadi senyawa-senyawa monoterpen siklik dari segi biogenetik disebabkan oleh reaksi siklisasi yang diikuti oleh reaksi-reaksi sekunder.

    BalasHapus