SENYAWA
ANTIBAKTERI GOLONGAN FLAVONOID DARI BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola
Linn.L)
Telah
dilakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa aktif antibakteri
dari buah belimbing manis (Averrhoa carambola Linn). Sebanyak 140,56 g ekstrak
kental methanol diperoleh dari 10 kg buah segar belimbing manis. Ekstrak
metanol tersebut dilarutkan ke dalam campuran metanol-air (7:3) selanjutnya
dipartisi berturut-turut dengan pelarut n-heksana dan kloroform, sehingga
menghasilkan berturut-turut ekstrak n-heksana 0,10 g, ekstrak kloroform 0,07 g
dan ekstrak air sebanyak 48,01 g. Uji fitokimia flavonoid dari semua ekstrak
kental yang diperoleh menunjukkan bahwa air yang paling positif flavonoid.
Hasil pemisahan dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak air diperoleh fraksi
FB positif flavonoid dengan berat sekitar 0,2027 g yang berwarna orange. Hasil
identifikasi menunjukkan bahwa isolat (fraksi FB) merupakan senyawa golongan
katekin dengan kemungkinan memiliki gugus hidroksil pada C-3, C-7, dan C-4’,
serta mempunyai gugus fungsi –OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=C aromatik, C-O
alkohol dan tidak mengandung gugus karbonil C=O. Isolate dapat menghambat
pertumbuhan bakteri E.coli pada 100 ppm dan S. aureus pada 500 ppm. Radang usus
adalah suatu penyakit yang kemungkinan dapat disebabkan oleh bakteri, virus
atau parasit. Radang usus yang disebabkan oleh bakteri biasanya berasal dari
bakteri Eschericia coli dengan gejala yang muncul adalah diare (Agnes, 2006;
Ismailfahmi, 2006). Efek farmakologis dari buah belimbing manis ini kemungkinan
disebabkan oleh salah satu atau gabungan beberapa senyawa kimia yang terkandung
didalamnya seperti; senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin, protein,
lemak, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin A, B1 dan vitamin C
(Wiryowidagdo dan Sitanggang, 2002).
Hasil uji skrining fitokimia terhadap ekstrak kental
metanol buah belimbing manis diketahui positif mengandung senyawa golongan
flavonoid, alkaloid, dan, saponin, dengan kemungkinan kandungan utamanya adalah
flavonoid. Hal ini dilihat secara kualitatif dari intensitas warna yang timbul
setelah ditambahkan beberapa pereaksi untuk deteksi senyawa golongan flavonoid.
Berdasarkan pemanfaatannya secara empiris yang salah satunya untuk mengobati
penyakit radang usus yang disebabkan oleh bakteri, serta hasil uji fitokimia
pendahuluan yang menunjukkan bahwa buah belimbing manis kemungkinan mengandung
senyawa metabolit sekunder yang utama adalah flavonoid.
Bagaimana cara
mengisolasi senyawa golongan flavonoid
pada belimbing manis ??
Balassss.......
