Selasa, 16 Oktober 2012


SENYAWA ANTIBAKTERI GOLONGAN FLAVONOID DARI BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola Linn.L)

Telah dilakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa aktif antibakteri dari buah belimbing manis (Averrhoa carambola Linn). Sebanyak 140,56 g ekstrak kental methanol diperoleh dari 10 kg buah segar belimbing manis. Ekstrak metanol tersebut dilarutkan ke dalam campuran metanol-air (7:3) selanjutnya dipartisi berturut-turut dengan pelarut n-heksana dan kloroform, sehingga menghasilkan berturut-turut ekstrak n-heksana 0,10 g, ekstrak kloroform 0,07 g dan ekstrak air sebanyak 48,01 g. Uji fitokimia flavonoid dari semua ekstrak kental yang diperoleh menunjukkan bahwa air yang paling positif flavonoid. Hasil pemisahan dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak air diperoleh fraksi FB positif flavonoid dengan berat sekitar 0,2027 g yang berwarna orange. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat (fraksi FB) merupakan senyawa golongan katekin dengan kemungkinan memiliki gugus hidroksil pada C-3, C-7, dan C-4’, serta mempunyai gugus fungsi –OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=C aromatik, C-O alkohol dan tidak mengandung gugus karbonil C=O. Isolate dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli pada 100 ppm dan S. aureus pada 500 ppm. Radang usus adalah suatu penyakit yang kemungkinan dapat disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Radang usus yang disebabkan oleh bakteri biasanya berasal dari bakteri Eschericia coli dengan gejala yang muncul adalah diare (Agnes, 2006; Ismailfahmi, 2006). Efek farmakologis dari buah belimbing manis ini kemungkinan disebabkan oleh salah satu atau gabungan beberapa senyawa kimia yang terkandung didalamnya seperti; senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin A, B1 dan vitamin C (Wiryowidagdo dan Sitanggang, 2002).
            Hasil uji skrining fitokimia terhadap ekstrak kental metanol buah belimbing manis diketahui positif mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, dan, saponin, dengan kemungkinan kandungan utamanya adalah flavonoid. Hal ini dilihat secara kualitatif dari intensitas warna yang timbul setelah ditambahkan beberapa pereaksi untuk deteksi senyawa golongan flavonoid. Berdasarkan pemanfaatannya secara empiris yang salah satunya untuk mengobati penyakit radang usus yang disebabkan oleh bakteri, serta hasil uji fitokimia pendahuluan yang menunjukkan bahwa buah belimbing manis kemungkinan mengandung senyawa metabolit sekunder yang utama adalah flavonoid.


Bagaimana cara mengisolasi  senyawa golongan flavonoid pada belimbing manis ??
Balassss.......

6 komentar:

  1. Cara mengisolasi senyawa golongan flavonoid pada belimbing manis adalah :
    Secara bertahap sebanyak 10 Kg irisan tipis buah belimbing manis dihaluskan dengan cara diblender dan ditambahkan metanol teknis sebagai pelarut. Proses maserasi cara basah ini dilakukan 6 (enam) kali dengan setiap kali maserasi menggunakan 4 L MeOH. Ekstrak MeOH yang diperoleh dipekatkan dengan penguap putar vakum pada suhu 60° sampai diperoleh ekstrak kental MeOH. Ekstrak kental MeOH disuspensikan kedalam campuran pelarut MeOH-H2O (7:3) kemudian dipartisi dengan nheksana (10 x 25 mL). Ekstrak n-heksana yang diperoleh diuapkan sampai kental, sedangkan bagian MeOH-H2O diuapkan sampai semua MeOH habis menguap. Bagian ekstrak air yang tersisa dipartisi (8 x 25 mL) dengan kloroform (CHCl3) sehingga didapat ekstrak air dan ekstrak kloroform yang selanjutnya masing-masing ekstrak tersebut diuapkan sehingga diperoleh ekstrak kental air dan ekstrak kental kloroform. Masing-masing ekstrak kental yang diperoleh (ekstrak kental n-heksana, ekstrak kental kloroform dan ekstrak kental air) dilakukan uji fitokimia flavonoid. Ekstrak yang positif flavonoid dilanjutkan untuk dipisahkan dan dimurnikan dengan teknik kromatografi kolom menggunakan fase diam silika gel 60 dan fase gerak campuran dari n-butanol-asam asetat-air (4:1:5) Tiap fraksi hasil pemisahan kromatografi kolom diuji flavonoid dan fraksi yang positif flavonoid setelah relatif murni kemudian diidentifikasi menggunakan alat spektrofotometer UV-vis dan Inframerah, serta uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli (E. coli) dan Staphylococus aureus (S. aureus).

    BalasHapus
  2. Isolasi Senyawa Flavonoid dari Buah Belimbing Manis adalah:

    Hasil maserasi cara basah dari 10 Kg irisan buah belimbing manis (Averrhoa carambola Linn.) yang menggunakan total pelarut MeOH sebanyak 24 L, diperoleh sekitar 140,56 g ekstrak kental metanol yang berwarna coklat kemerahan. Hasil partisi dari ekstrak MeOH-H2O (7:3) menggunakan pelarut berturut-turut n-heksana dan kloroform (CHCl3) diperoleh ekstrak kental n-heksana yang berwarna kuning sebanyak 0,10 g, ekstrak kental kloroform yang berwarna kuning sebanyak 0,07 g dan ekstrak kental air yang berwarna coklat kemerahan sebanyak 48,01 g. Hasil uji flavonoid dari ketiga ekstrak kental yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga ekstrak tersebut positif mengandung senyawa golongan flavonoid dengan indikasi beberapa perubahan warna setelah ditambahkan dengan pereaksi-pereaksi flavonoid.
    Salah satu Hasil uji fitokimia flavonoid melalui ekstrak hasil partisi dengan beberapa pereaksi
    No Ekstrak Perubahan Warna dengan Pereaksi Keterangan
    Kental Mg-HCl H2SO4 pekat NaOH 10%
    1. n-heksana Bening-orange Bening-orange Bening-kuning muda (+) Flavonoid
    2 .Kloroform Bening-merah muda Bening-orange Bening-kuning muda (++) Flavonoid
    3 .Air Bening-merah magenta Bening-orange Bening-kuning (+++) Flavonoid

    Catatan: (+) intensitas warna lemah; (++) intensitas warna sedang; (+++) intensitas warna kuat.

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas komentarnya. saya ingin bertanya lagi kepada teman-teman, gugus yang mana pada flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa aktif antibakteri sehingga, banyak orang mengisolasi senyawa ini dari buah belimbing manis ??

    BalasHapus
  4. struktur apiganin di http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/fullchapter/03530015-qurratu-ayunin-lathifah.ps
    dimana Apigenin adalah senyawa lainnya dari golongan flavone.Senyawa apigenin memiliki kemampuan antara lain
    sebagai zat anti peradangan, antibakteri, dan untuk mengatasi permasalahan lambung (Cadenas dan Packer, 2002).

    BalasHapus
  5. Menurut saya, gugus flavonoid yang berfungsi sebagai antibakeri adalah gugus benzene.
    Menurut artikel yang saya baca, struktur flavonoid umumnya terdiri dari gugus hidroksil, keton dan benzene. Dari ketiga gugus tersebut, hanya benzene yang dapat digunakan sebagai obat. Jadi, berdasarkan informasi tersebut saya menyimpulkan bahwa gugus benzene adalah gugus yang berfungsi sebagai antibakteri.

    BalasHapus
  6. Senyawa fenol dan turunannya (flavonoid) merupakan salah satu antibakteri yang bekerja dengan mengganggu fungsi membran sitoplasma. Pada konsentrasi rendah dapat merusak membran sitoplasma yang menyebabkan bocornya metabolit penting yang menginaktifkan sistem enzim bakteri, sedangkan pada konsentrasi tinggi mampu merusak membran sitoplasma dan mengendapkan protein sel.
    Pada perusakan membran sel, ion H+ dari senyawa fenol dan turunannya (flavonoid) akan menyerang gugus polar (gugus fosfat) sehingga molekul fosfolipid akan terurai menjadi gliserol, asam karboksilat dan asam fosfat. Hal ini mengakibatkan fosfolipid tidak mampu mempertahankan bentuk membran sel, akibatnya membran akan bocor dan bakteri akan mengalami hambatan pertumbuhan bahkan kematian. Flavonoid bekerja dengan cara merusak membran sitoplasma sehingga bakteri akan rusak dan mati.

    BalasHapus