Rabu, 26 September 2012

ABSTRAK
Tempuyung (Sonchus arvensis) dari suku asteraceae merupakan salah satu jenis
tanaman yang memiliki beberapa golongan senyawa flavonoid. Telah dilakukan isolasi senyawa
golongan flavonoid terhadap ekstrak methanol herba tempuyung kering menggunakan
kromatografi kertas dengan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:1:5). Analisa dilakukan terhadap
bercak yang diperoleh menggunakan metoda spektrofotometeri UV-vis dengan bantuan pereaksi
geser natrium hidroksida, alumunium (III) klorida, natrium asetat dan asam borat. Hasil analisa
menunjukkan bahwa senyawa flavonoid yang diperoleh termasuk dalam golongan flavon
tersubstitusi yaitu 7,4’-hidroksi flavon.
Kata Kunci : Tempuyung (Sonchus arvensis), Flavonoid, Kromatografi kertas, pereaksi geser.

4 komentar:

  1. Bagaimana cara mengetahui macam-macam flavonoid yang terdapat pada ekstrak tempuyung kering ?

    balasss......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara kimia, flavonoid mengandung cincin aromatik tersusun dari 15 atom karbon dengan inti dasar tersusun dalam konjugasi C6-C3-C6(dua inti aromatik terhubung dengan 3 atom
      karbon). Keberadaan cincin aromatik menyebabkan pitanya terserap kuat pada daerah panjang UV-vis.
      Kromatografi kertas yang dilakukan menghasilkan 5 buah pita yang terpisah secara jelas yang memberikan flouresensi yang berbeda-beda di bawah lampu UV dan sinar tampak 366 nm dengan bantuan uap amoniak. Dari warna-warna yang timbul di dapat petunjuk kemungkinan-kemungkinan flavonoid yang terdapat masing-masing pita
      berdasarkan literature (9, 13). Uraian pita tersebut adalah :

      Pita pada kromatografi kertas
      No. Pita Warna pita tanpa uap amoniak (366nm) Warna pita dengan uap amoniak (366 nm) hRf (mm) Dugaan
      1 Merah ungu Kuning 21 Flavon, flavon
      2 Biru murup Hijau 28 Flavon, flavon
      3 Coklat Coklat 47 Flavon, khalkon, flavonol
      4 Biru terang Biru terang 52 Flavon, flavon
      5 Biru langit Biru langit 78 Flavon, flavonol

      Hapus
  2. Analisis Flavonoid Total Metode Depkes
    RI (2000)
    Ekstraksi. Sebanyak 10 g serbuk daun
    tempuyung dimaserasi menggunakan
    sejumlah etanol (merendam seluruh serbuk)
    selama 6 jam di atas alat kocok. Hasil
    maserasi disaring, setelah itu residunya
    direfluks selama 3 jam dengan etanol.
    Sesudah direfluks, contoh disaring dan
    ampasnya ditambah etanol lalu direfluks
    kembali selama 3 jam. Ekstrak hasil refluks
    dan maserasi kemudian dipekatkan dengan
    radas penguap berputar hingga terbentuk
    ekstrak kental. Ekstrak kental ini kemudian
    ditimbang

    BalasHapus